Logo onPers

Hadiri Indonesia Summit 2025, Menko AHY Ajak Generasi Muda Jadi Ujung Tombak Pembangunan Nasional

Jumat, 29 Agustus 2025

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pesan kuat kepada generasi muda Indonesia untuk menjadi ujung tombak pembangunan nasional pada ajang Indonesia Summit 2025 yang digelar oleh IDN Media di The Tribrata, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga komunitas muda dari berbagai penjuru tanah air. Dalam suasana penuh semangat dan kolaborasi, Menko AHY menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada partisipasi generasi muda dalam merancang arah pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya ingin mengajak kita semua, khususnya generasi muda Indonesia, untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pemain utama dalam pembangunan nasional. Kita sedang berada di masa krusial, di mana Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan lompatan kemajuan menuju visi Indonesia Emas 2045. Tapi peluang ini tidak akan datang dua kali. Generasi muda harus menjadi lokomotif perubahan, inovator, sekaligus pelopor dalam berbagai bidang pembangunan. Jangan sia-siakan momentum sejarah ini,” tegas Menko AHY.

Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa dipandang hanya sebagai aspek teknis atau proyek semata, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia memaparkan empat fokus utama pembangunan infrastruktur nasional, yakni: ketahanan energi dan air, peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta perlindungan lingkungan hidup.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan ekonomi sekaligus kemajuan manusia. Jika kita bicara pemerataan pembangunan, maka itu berarti bicara tentang konektivitas antardaerah, efisiensi logistik, serta akses terhadap layanan dasar. Inilah yang menjadi arteri kemakmuran nasional. Namun yang lebih penting, pembangunan infrastruktur harus menyentuh manusia—meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal,” ujar Menko AHY.

Sebagai penutup, Menko AHY memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang menurutnya memiliki potensi besar sebagai agen transformasi bangsa. Dengan jumlah populasi yang dominan, generasi muda diyakini memiliki kekuatan kolektif untuk mengubah arah pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa keterlibatan generasi muda bisa terwujud dalam banyak bidang, mulai dari inovasi teknologi, advokasi kebijakan, kewirausahaan sosial, digitalisasi layanan publik, hingga pengembangan solusi hijau untuk masa depan.

“Kalau kita lihat demografi hari ini, hampir 70% penduduk Indonesia adalah usia produktif. Ini adalah bonus demografi yang tidak akan bertahan lama. Saya membayangkan anak-anak muda Indonesia menjadi inovator yang menciptakan teknologi ramah lingkungan, advokat kebijakan inklusif di parlemen, atau pemimpin komunitas yang mampu menginspirasi perubahan dari bawah. Semua itu bisa kita wujudkan, asalkan kita punya kemauan, keberanian, dan ekosistem yang mendukung,” ungkap Menko AHY.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, serta Staf Khusus Menteri Bidang Kerja Sama Lembaga Nonpemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri, Merry Riana.